DAMPAK
NEGATIF PENGGUNAAN INTERNET BAGI PERKEMBANGAN MENTAL PESERTA DIDIK
Oleh
: Yunuari Flaviana Gembo (13115033)
Di zaman modern ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi berlangsung sangat cepat dan hampir tak dapat dibendung.
Inovasi-inovasi yang terlahir dari pemikiran cerdas manusia telah menyentuh berbagai
bidang kehidupan dan kemudian menghasilkan perbedaaan yang cukup signifikan
dengan masa sebelumnya.
Salah satu hal yang mengalami perubahan cukup besar
adalah penyebaran informasi, baik dari segi media yang digunakan maupun lamanya
waktu yang dibutuhkan untuk menyebarkan informasi tersebut. Jika dulu dibutuhkan
waktu yang sangat lama untuk menyebarkan informasi, sebaliknya kini orang-orang
dapat mengakses informasi terbaru hanya dalam hitungan detik.
Hal tersebut dapat terjadi karena adanya internet.
Internet atau interconnection-networking
adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar
sistem global Transmission Control
Protocol/ Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran
paket untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Internet pada awalnya merupakan jaringan komputer yang
diciptakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969 melalui
proyek Advanced Research Project Agency
Network (ARPANET). Meskipun pada awalnya tujuan dari proyek ini adalah demi
kepentingan militer, namun lambat laun penggunaannya mulai berlaku secara umum.
Jumlah pengguna internet terus meningkat tiap tahunnya.
Hal ini mungkin disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ditawarkannya.
Bayangkan saja, hanya dengan menggunakan mesin pencari seperti Google, pengguna
internet di seluruh dunia bisa mendapatkan akses yang mudah atas beragam
informasi yang ingin mereka ketahui.
Akses yang mudah terhadap beragam informasi ini tanpa
disadari telah membawa dampak negatif, khususnya bagi perkembangan mental
peserta didik. Kemudahan-kemudahan yang mereka terima melalui penggunaan
internet membuat mereka cenderung berkembang menjadi pribadi yang malas dan
tidak bertanggung jawab, misalkan saja dalam hal pengerjaan tugas. Mayoritas
peserta didik di zaman ini memanfaatkan ketersediaan internet untuk
menyelesaikan tugas mereka. Bahkan tak jarang ada yang mengambil informasi di
internet dan kemudian mengklaimya sebagai hasil kerjanya sendiri. Hanya
terdapat beberapa siswa yang benar-benar menyelesaikan tugas mereka dengan
kemampuan dan pendapat mereka sendiri tanpa dipengaruhi informasi-informasi
yang dapat diakses melalui internet.
Jika hal ini dibiarkan terus berlanjut, mental peserta
didik akan terus berkembang ke arah negatif. Kebiasaan mereka menyalin tugas
dari internet akan membuat mereka kehilangan rasa tanggung jawab akan tugas
yang diembankan kepada mereka. Di samping itu mereka juga akan kehilangan rasa
percaya diri bahwa mereka mampu mengerjakan tugas sendiri tanpa bantuan
internet sehingga akhirnya mereka yang awalnya hanya sekedar menggunakan
internet akan berubah menjadi pecandu
internet. Lebih buruknya lagi mereka akan lambat laun kehilangan kemampuan
untuk berkarya dan akhirnya menjelma menjadi plagiator.
Menyadari bahaya tersebut, peserta didik diharapkan mampu
memanfaatkan internet secara bertanggung jawab dan mengurangi penggunaan
internet dalam menyelesaikan tugas mereka. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan
pengawasan dari pendidik dan juga orangtua peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar